Dari dulu udah pengen share sebenernya tentang suku-suku di Tarakan. Seperti yang pernah saya tulis mengenai Tarakan sebelumnya, Tarakan adalah salah satu pulau yang sering dijadikan tempat transit yang banyak disinggahi berbagai orang. Karena untuk menjangkau tempat2 pesisir dan pedalaman kalimantan timur, akan sangat praktis dan cepat dengan singgah di Tarakan. Kemudahan ini di dapat dengan adanya bandara udara Juata di Tarakan. Sehingga untuk menjangkau pedalaman2 Kaltim bisa menggunakan pesawat kecil atau menggunakan speed boat di Pelabuhan Tengkayu atau Pelabuhan Lingkas di Tarakan.
Oleh karena tempat ini banyak disinggahi banyak orang, maka ga heran berbagai macam suku di Tarakan ini banyak juga, dari orang Bugis, orang Jawa, orang Menado, orang Timor, orang Chinesse, Batak juga ga kalah banyak.. hahaha,,
Sebenernya pada tahu gak suku asli Tanah Tarakan ini sapa?
Orang-orang sini bilang suku asli tanah Tarakan adalah suku Tidung yang masuk ke dalam rumpun Banjar.
Berdasarkan silsilah (Genealogy) yang ada bahwa, bahwa dipesisir timur pulau Tarakan yakni, dikawasan binalatung sudah ada Kerajaan Tidung kuno (The Ancient Kingdom of Tidung), kira-kira tahun 1076-1156. Kemudian berpindah kepesisir barat pulau Tarakan yakni, dikawasan Tanjung Batu, kira-kira pada tahun 1156-1216. Lalu bergeser lagi, tetapi tetap dipesisir barat yakni, kekawasan sungai bidang kira-kira pada tahun 1216-1394. Setelah itu berpindah lagi, yang relatif jauh dari pulau Tarakan yakni, kekawasan Pimping bagian barat dan kawasan Tanah Kuning, yakni, sekitar tahun 1394-1557.
Nama "Tidung" Aslinya adalah "Tideng" yang artinya "Gunung", Maksudnya adalah Suku Tidung berasal dari daerah Pegunungan yang lambat laun akhirnya bermukim disepanjang daerah pesisir diutara Kalimantan jadilah mereka disebut "orang Tengkayu" atau orang Pesisir.
Orang Tidung tinggal di pantai Timur Kabupaten Bulungan, Propinsi Kalimantan Timur, di timur Laut Putoh, daerah Pantai yang menghadap ke arah Pulau Sulawesi.
Nafkah utamanya adalah bertani (menanam ubi, singkong, kacang polong, buah-buahan dan sayur). Mereka melakukan perladangan yang berpindah-pindah sehingga kesuburan tanah kurang bisa di jaga. Sebagian ada juga yang mencari nafkah dengan menjadi nelayan. Hasil bumi mereka antara lain padi, kelapa dan kayu. Minyak bumi di Pulau Bunyu dan Tarakan.
Umumnya orang tidung memilih jodohnya sendiri namun ada juga yang dijodohkan. Kehadiran seorang anak disambut dengan gembira dengan mengadakan kenduri. Ketika nama anak diberikan, para tetangga diundang untuk makan (tasmiah). Pada acara itu diadakan upacara naik ayun yaitu membaringkan anak di ayunan, memotong rambutnya dan membaluri tubuhnya dengan tepung. (Sampai saat ini saya masih suka melihata acara tasmiah ini sering dilaksanakan oleh warga sini.)
Kebetulan atau bukan, sewaktu SMP saya ingat sekali, persekutuan SMP saya kebagian mendoakan suku-suku di Indonesia (jadi ada program setiap persekutuan sekolah2 mengadopsi satu suku di Indonesia untuk didoakan). Ketika itu persekutuan saya (Gabungan SMP 14, Prova, Santa Maria, Santo Yusuf) mengadopsi suku Ti'dong, kami sebut itu,, salah satu suku di Kalimantan.
Usut punya usut, suku itu ternyata namanya suku tidung yang ada di Tarakan ini,,, (ya Tuhaaan,,, saya sendiri sempet kaget, waktu saya tahu, di Tarakan itu ada suku yang pernah kami doakan ketika kami SMP dulu). Ada satu dua orang di kantor yang merupakan keturunan suku ini. Memang sudah jarang orang tidung yang saya kenal selama di sini.
Di Tarakan ada kampung adat Tidung yang dijadikan objek wisata, saya juga baru tahu, kemarin sempet pergi kesana. Di sana ada kantor raja2 Tidung sebagai tempat kantor mereka. Pembangunannya sudah digabung dengan suku dayak. Sayangnya saya dan teman saya hanya bisa melihat2 dari luar, tidak bisa masuk ke dalam, karena sudah kuburu sore. Berharap satu saat, suku ini bisa mengenal Tuhan juga,,amiin....
Di dekat kantor juga sedang dibangun rumah adat Tidung yang besar sebagai lambang kota Tarakan juga, cuma masih belum selesai proses pembangunannya. Jadi ya fotonya ndak ada,,,hehehehehe,,,
Di dekat kantor juga sedang dibangun rumah adat Tidung yang besar sebagai lambang kota Tarakan juga, cuma masih belum selesai proses pembangunannya. Jadi ya fotonya ndak ada,,,hehehehehe,,,
"the ancient kingdom of tidung"
ReplyDeletekeren banget
jadi inget satu film, Anna and the King
starring Jodie Foster sama Cho Yun Fat
haha
wah PAS banget kak
bukan kebetulan (juga, sama yg ky kk tulis di postinganku,haha), jelaslah kak yah suku Tidung..
weh,, keren tuh,, "the ancient kingdom of tidung" hihihihi,,,
ReplyDeletejelas gimana maksudnya? hehehehe...
keren...keren....
ReplyDeletetuh kan, God had a plan..., bahkan sebelum lu ke tarakan ju, dah disuruh doain suku itu
hebatt...
lanjutkan, my sist!
jelas panggilannya haha
ReplyDeleteiya cha,, gw percaya Tuhan punya rencana,, hehehehe,,,, pray for me ya,
ReplyDeletehihihi,,dukung doa aja,, goer and sender sekaligus,, hihihi,,,
dari smp lagi ngedoainnya, awesome...:D anak pa baru anak pa baru :D
ReplyDelete