Tuesday, November 10, 2009

Mangrove & Bekantan

Pernah lihat hutan mangrove alami yang berlokasi di pusat kota, bersebelahan dengan pusat perbelanjaan modern? cuma ada di sini saudara,, di Tarakan. =)
Yup, hutan mangrove alami yang kaya gini cuma ada di pusat kota Tarakan, Kalimantan Timur. Unik bukan?

Sejarah Hutan Mangrove
Hutan mangrove yang memiliki nama resmi KKMB (Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan) berlokasi di Jalan Gajah Mada, bersebelahan persis dengan kompleks pertokoan yang dikenal dengan Gusher Plaza. Dibuka secara resmi sejak tahun 2001, semula luasnya hanya 9 ha, kini luasnya sudah menjadi 22 ha. Didirikan saat Dr. Jusuf SK menjadi walikota Tarakan. Saat itu hanya ada 2 ekor bekantan yang asli hidup di kawasan tersebut yang masih bisa disaksikan oleh masyarakat sekitar. Setelah didatangkan tambahan bekantan sebanyak 6 ekor, hutan ini mulai direnovasi dalam sarana dan prasarananya. Beberapa tahap dilalui, di antaranya dengan pembangunan dinding seng untuk penangkaran bekantan, tim supervisi, jembatan kayu ulin, menara pengamat, gazebo, perpustakaan, karantina untuk pemeriksaan kesehatan hewan, khususnya bekantan.

Bekantan (Nasalis larvatus)
Di KKMB ini ada apa aja sih? Waktu saya kesana, memang agak sulit melihat bekantan, karena saya penasaran banget sama bekantan. Baru sadar juga ternyata lambang icon-nya dufan  (dunia fantasi) itu ternyata bekantan lho, Saya pikir itu hanya icon imajinasi aja, ternyata ada mahluk aslinya. Kalau mau hunting ke sini, jangan lupa bawa kamera yang bisa tele, karena bekantan yang memiliki nama ilmiah Nasalis larvatus, ini termasuk jenis binatang yang sangat pemalu, sangat sensitif, dan mudah stress (mirip banget sama manusia sifatnya,, ups.. hihihi,, canda,, next!). Keberadaan satwa langka ini hidup bebas di sini, mereka bisa bergelantungan, dan meloncat dari pohon satu ke pohon yang lainnya (layaknya monyet2 :p).
Satwa ini memang cukup langka dan unik. Dibandingkan dengan jenis monyet atau kera lainnya, hidung monyet bekantan mungkin paling besar. Hidung sang jantan utamanya menggantung seakan-akan jatuh menutup bibir, mirip buah terong yang besar membengkak di bagian ujungnya. Hidung semacam ini hanya di dapati di bekantan yang jantan. Semakin dewasa hidung sang jantan kian mekar sampai sekitar 7.5 cm. Biasanya para pakar menjulukinya Probocis monkey atau monyet berbelalai. Monyet ini juga memiliki panjang ekor yang melebihi panjang tubuhnya (jadi inget sama binatang marsupilami yang ada di tv itu,,)
Hewan yang hanya ada di Kalimantan ini juga sering dijuluki bekara, raseng, pika, batangan, kahau, warik walanda atau monyet Belanda (karena warna bulu di kepala dan punggungnya kuning cokelat kemerahan). Saat ini populasi bekantan di KKMB ada 47 ekor, 14 ekor di antaranya lahir di KKMB ini. Mereka terbagi menjadi 3 kelompok, yang sering berkelahi juga untuk memperebutkan posisi "kepala suku" bekantan di kawasan tersebut (bah,,, !). Hanya "Kepala suku" yang berhak mengawini semua betina dalam kelompoknya. Pejantan dewasa lainnya harus taat dan patuh sebagai anak buah (pantesan diperebutkan,,biar bisa kawin,, hihiy).

Panorama KKMB
Tidak hanya satwa bekantan yang bisa dilihat dan dinikmati di sini. Panorama yang lain yang bisa dinikmati di antaranya adalah
1. ketika air surut, kita bisa lihat keindahan pohon bakau dari pucuk pohon sampai ke akar-akar tunjang yang berjuntai mencengkram tanah berlumpur, kepiting yang berwarna-warni, ikan gelodok atau tempakul (Periopthalmus sp) yang berlompatan. Selain itu juga ada "komodo mini" atau biawak (Varanus salvator) panjangnya bisa mencapai 2-3 meter sedang berada di atas pohon atau di balik akar mangrove.
2. ketika air mulai pasang, kita bisa melihat ular-ular laut berenang, ikan julung-julung. Selain itu juga ada berang-berang laut yang mulai muncul.


Hasil inventarisasi Tim WWF diperoleh data bahwa ada sekitar 13 spesies kepiting, 32 spesies burung yang singgah dan tinggal di KKMB. Selain itu KKMB sekarang sudah dipercantik dengan keberadaan 5 buah penangkaran burung yang baru yaitu burung serindit (Loriculus galgulus), betet (Psittacula alexandri) dan elang bondol (Heliastur indus).

Pengalaman Saya
Saya sering ke hutan ini,  pas lagi libur aja. Biasanya sabtu siang. Kadang bertemu dengan bekantannya, kadang juga nggak. Memang pemalu banged tuh satwa kali ya. Cuma kesan saya ketika masuk cukup dengan membayar tiket seharga Rp.2000,- saya bisa menikmati segarnya dan ademnya hutan itu. Di setiap 5 meter, ada tempat duduk. Jadi pengunjung bisa duduk2 sepuasnya. Bisa sambil baca buku, ngelamun, denger musik, or piknik. Karena saya belum punya kamera tele, jadi ya ga dapet juga foto-fotonya. Tapi melihat secara langsung sih udah. Buat binatang2 yang lain saya gak terlalu perhatiin sih, cuma begitu tau ternyata banyak yang bisa diperhatikan dari satwanya, kali waktu saya akan jepret2 deh. =).

Beberapa jepretan yang berhasil ditangkap.





6 comments:

  1. Hebat...Anak Bandung dah prnah masuk Hutan Mangrove...ckckckckck...
    Aku yg asli dan tulen,lahir dan bertumbuh di tarakan aja blm prnh masuk kesana,klo lwt di depannya aja sih sering.. T.T Menyedihkan..Hukz..Hukz..Hukz..

    ReplyDelete
  2. ah masa sih del,, kamu belum pernah? cuma 2000 rupiah doang masuknya,, bisa duduk2,, ngadem,, hehehe, kapan2 kita jalan ke sana yah,,,! =)

    ReplyDelete
  3. kk enak bgt udah meet n great dgn bekantan =D gile, asik bener yg jd kepala suku XD aku slama dikalimantan ga pernah ktmu, adanya jg ktmu monyet2 disekitar mahakam.... Jembatannya mahal amat pake kayu ulin, emang kaltim kaya alamnya, brsyukur ka bisa ada dsana utk saat ini....GBU

    ReplyDelete
  4. hehehe, dari jauh cha, liatnya,, iya,,ulin ternyata kayu mahal, apalagi sekarang udah ga boleh ada lagi yang pake2 kayu,,, kaltim emang kaya,,, hehehehe,makasih cha,,GBU2

    ReplyDelete
  5. KEREN !!!
    di tunggu info flora dan fauna yg berikutnya..
    tambahin foto2 fauna yg lain donk kaya biawak dan kepiting dan burung2nya.. ^_____^d

    ReplyDelete
  6. makasih,makasih,,
    seneng banged sama flora dan fauna,,
    biawak, kepiting dan burung2nya ada sebenernya, cuma waktu itu ga bawa lensa tele,, jadi gak bisa foto yang jauh2,,,,
    :p (ngeles dot com)

    ReplyDelete